Klik Sini Untuk Besarkan Ruangan Chat



Eksklusif!! Penipuan Batu Tergantung Dalam Kisah Isra' Mikraj

Penipuan Batu Tergantung Dalam Kisah Isra' Mikraj


Ada yang menyebutnya sebagai batu terbang atau batu gantung. Ada yang menyebutkan sebagai batu pijakan Nabi Muhammad saat akan mi'raj ke langit. Sang batu ingin ikut terbang ke langit, tetapi dilarang oleh nabi, sehingga berhenti dalam posisi melayang hingga sekarang.

Banyak yang percaya begitu saja gambar dan cerita tersebut. Tetapi tak sedikit juga yang bertanya-tanya. Apakah batu tersebut benar-benar ada? Benarkah itu foto asli?

Setelah beberapa lama mencari-cari kebenaran cerita dan foto tersebut, akhirnya ada kejelasan yang diperoleh dari forum diskusi berbahasa arab. Ternyata foto batu ini sudah tersebar jauh dan juga menimbulkan 'kehebohan' di antara mereka.

Jika dalam versi kita, emel-emel mengatakan tentang kisah isra' mi'raj mengenai batu itu, namun dalam forum berbahasa arab itu cerita pengiringnya berbeza. Tidak mengenai isra mi'raj. Di situ diceritakan bahwa batu ini berasal dari wilayah Al Ahsa (bukan Al Aqsa), di bahagian timur Arab Saudi, di sebuah desa bernama Al Tuwaitsir. Sang batu, konon ceritanya, tiba-tiba melayang setinggi sekitar 10 cm di suatu hari di bulan April, tanpa sebab yang jelas.




Penipuan Batu Tergantung Dalam Kisah Isra' Mikraj



Seorang anggota forum tersebut menanggapi dengan menyatakan bahwa ia hidup di wilayah tersebut dan tidak pernah melihat ada batu yang terbang melayang. Ia pun kemudian memberikan foto-foto batu yang dimaksud. Dan ternyata, memang batu tersebut ada, namun mempunyai penyangga di bawahnya.

Foto asli batu tersebut menunjukkan bahwa memang batu tersebut cukup unik. Dan dengan mengambil sudut pemotretan yang tepat, dilanjutkan dengan manipulasi hasil pemotretan dengan photoshop atau program pengolah gambar lainnya, orang dengan mudah menghilangkan penyangga tersebut untuk memberi kesan sebagai batu yang melayang di udara.

Berikut adalah foto-foto batu asli dari berbagai sudut pengambilan gambar:

Penipuan Batu Tergantung Dalam Kisah Isra' Mikraj

Penipuan Batu Tergantung Dalam Kisah Isra' Mikraj

Penipuan Batu Tergantung Dalam Kisah Isra' Mikraj
Lihatlah dengan jelas - inilah yang dikatakan
batu tergantung (palsu)


Lalu bagaimana dan dimanakah lokasi batu tergantung yang merupakan pijakan Nabi saat ber-isra'mi'raj?




Penipuan Batu Tergantung Dalam Kisah Isra' Mikraj


Penipuan Batu Tergantung Dalam Kisah Isra' Mikraj



Inilah batu tergantung sebenar peristiwa israk mikraj yang dilindungi dengan bangunan yang kita kenal sebagai simbol Palestin, yaitu Masjid Berkubah Emas, Dome of the Rock, atau Qubah al Shakhra atau Masjid Kubah Batu. Apakah batu ini melayang? Wallahua'lam, sepertinya tidak.

Jadi, semoga kita tidak terburu-buru percaya dengan cerita-cerita heboh, ajaib, yang diemel dengan kisah-kisah Islam atau dihubungkan dengan kekuasaan Allah. Jangankan cuma batu sebesar itu, Allah pun berkuasa untuk mengangkat bukit Thursina ketika mengambil sumpah kepada kaum Yahudi. Tetapi, kalau memang batu tersebut tidak melayang, tidak terbang, dan ternyata merupakan hasil manipulasi foto belaka, apakah kita akan tetap menyebarkan foto-foto tersebut? Apalagi kisah batu yang ingin ikut Nabi ke langit tersebut juga tidak jelas sumbernya.


Berikut adalah soal-jawab dari seorang hamba Allah dengan Dato’ Dr. Haron Din mengenai Batu Terapung / Tergantung seperti yang dinyatakan dalam sejarah Isra’ Mikraj baru-baru ini.

SOALAN:
Dato’, saya telah melihat gambar dalam internet dan mendengar beberapa ceramah Israk Mikraj, ada penceramah menunjukkan gambar batu besar yang tergantung-gantung di Masjidil Aqsa, Baitulmaqdis. Adakah benar batu itu tergantung-gantung (tidak berpihak di bumi) dan terlepas daripada tarikan graviti. Pohon Dato’ perjelaskan apakah yang sebenarnya. – ZAINAL AHMAD

JAWAPAN Dato’ Dr Haron Din:

Tempat Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam Dimikrajkan
Ulama umumnya berpendapat Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bermikraj dari satu tempat di Baitulmaqdis yang disebut sebagai Qubbatul Mikraj (kubah tempat dimikrajkan). Tempat itu juga dikenali sebagai Sakhrah Baitulmaqdis.

Pengalaman Al-Imam Abu Bakar Ibnul ‘Arabi

Dalam kitab al-Israk wal-Mikraj oleh Khalid Saiyyid Ali di halaman 82, atas tajuk yang bermaksud ‘Tempat Nabi bermikraj’, disebut di bawahnya suatu penulisan (yang bermaksud): “Berkatalah al-Imam Abu Bakar Ibnul ‘Arabi, ketika membuat penjelasan (syarah) Kitab al-Muwattak oleh Imam Malik disebutkan, batu besar di Baitulmaqdis adalah suatu keajaiban Allah SWT.

“Batu itu berdiri sendiri di tengah-tengah Masjidil Aqsa, tergantung-gantung dan terpisah daripada semua bahagiannya dengan bumi. Tidak ada yang memegangnya, melainkan Yang Memegang langit, daripada jatuh menimpa bumi.”

Penipuan Batu Tergantung Dalam Kisah Isra' Mikraj

Penipuan Batu Tergantung Dalam Kisah Isra' Mikraj



“Di puncaknya dari arah selatan, itulah tempat kaki Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam berpijak untuk menaiki Buraq, di sebelah itu agak condong. Dikatakan kerana kegerunannya atas kehebatan baginda Sallallahu ‘Alaihi Wasallam maka batu itu tergantung, saya sendiri takut untuk berada di bawahnya, kerana takut batu itu menghempap saya kerana dosa-dosa saya.”

“Setelah beberapa ketika kemudian, saya pun memberanikan diri dan masuk berteduh di bawahnya, maka saya dapat melihat pelbagai keajaiban. Saya dapat menyaksikan ia dari semua arah. Saya benar-benar melihatnya terpisah dari bumi. Ada arah yang lebih jauh terpisah dari bumi daripada arah yang lain.”

Inilah penulisan yang saya rujuk daripada penulisan seorang ulama besar yang dikenali dengan nama Ibnul ‘Arabi. Daripada sinilah timbul cerita demi cerita yang menyatakan batu tempat Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wasallam tergantung-gantung. Itu adalah cerita dahulu. Ada sandarannya, ada catatannya dalam kitab-kitab yang berautoriti, termasuk daripada kitab yang saya sebutkan tadi.

Sumber 1
Sumber 2


Sila sebarkan dan share ke facebook anda


1 comments:

Terlalu banyak penipuan yang dibuat oleh bangsa yang buta...!!!

11 January 2017 at 22:10 comment-delete

Post a Comment


Blog Archive

google-site-verification=UIIQk8hKReg9aDe9WrgxXxVavyJYB0E6JwZuqmRWhYQ